Kamis, 05 Maret 2015

MISTERI HILANGNYA PERADABAN PRASEJARAH

Hasil gambar untuk peradaban prasejarah
Kalangan akademisi modern telah menemukan dalam perjalanan sejarah geologi pernah terjadi beberapa kali kepunahan, dan nyaris memusnahkan segala makhluk hidup. Banyak sekali pembuktian secara langsung tentang perubahan bencana bumi yang berkala. Dilihat dari bukti yang telah ditemukan, bahwa peradaban manusia prasejarah pernah mengalami kepunahan karena berbagai macam perubahan alam dan bencana, seperti gempa bumi, banjir, gunung berapi, tabrakan benda angkasa (termasuk meteorit dan komet), pergerakan naik turun lempeng daratan, perubahan cuaca yang tiba-tiba, dsb.
Sebagai contoh kasus, Atlantis pernah menjadi sebuah daratan yang memiliki peradaban tinggi manusia, namun tenggelam ke dasar lautan dalam sebuah bencana gempa bumi yang dahsyat pada 11.600 tahun silam. Hal itu membentuk sebuah zona di laut China selatan sekarang, laut di daerah ini sangat dangkal, kedalamannya rata-rata hanya 60 meter lebih. Hanya puncak gunung tertinggi di daratan waktu itu yang tersisa di atas permukaan laut, yaitu yang sekarang terletak di negeri kita, Indonesia.
Begitu pula di kedalaman 200 meter bawah laut pesisir pantai Peru, ilmuwan menemukan pilar batu yang dipahat dan bangunan yang mahabesar. Di dasar lautan Atlantik yang berada di sisi luar berhasil diambil 8 gambar dasar laut. Melalui gambar-gambar ini secara jelas tampak sebuah tembok benteng zaman purbakala dan undakan batu. Diperkirakan tenggelam pada 10.000 tahun silam. Di belahan barat perairan segitiga Bermuda juga ditemukan sebuah piramida raksasa yang diperkirakan berumur puluhan ribu tahun.
Dengan demikian, zaman Nabi Nuh juga tidaklah seprimitif yang selama ini kita bayangkan. Hakikatnya pada zaman itu semuanya sudah maju. Ilmu pengetahuan mereka sudah maju pada masa itu. Di kaki gunung Ararat itu saja, para peneliti dan ilmuwan Rusia telah menemukan lebih kurang 500 kesan artefak baterai elektrik purba yang digunakan untuk menyadurkan logam.
Jelas sekali, bahwa bekas peninggalan kota-kota yang pernah mewakili peradaban manusia prasejarah dan memiliki kecemerlangan ini tenggelam ke dasar lautan karena tenggelamnya daratan.
Banjir Dahsyat
Kurang lebih 12.000 tahun silam, peradaban manusia sebelum peradaban kita sekarang pernah mengalami suatu serangan banjir yang sangat dahsyat, dan banjir waktu itu juga mengakibatkan tenggelamnya daratan. Secara berturut-turut arkeolog menemukan sejumlah besar bukti yang secara langsung atau pun tidak mengenai banjir dahsyat yang terjadi waktu itu. Para antropolog juga menemukan bukti melalui penelitian pada suku bangsa yang berbeda di berbagai tempat di dunia tentang legenda asal-usul peradaban bangsa ini.
Legenda kuno dari bangsa yang berbeda di berbagai tempat di dunia secara fundamental melukiskan bahwa manusia pernah berkali-kali mengalami bencana dahsyat yang mematikan, bahkan begitu seragamnya menguraikan bahwa pada suatu periode prasejarah sebelum munculnya peradaban manusia sekarang ini, di atas bumi pernah terjadi suatu banjir dahsyat yang mengakibatkan punahnya seluruh peradaban manusia, dan hanya sebagian kecil manusia yang dapat mempertahankan hidupnya.
Legenda mengenai banjir dahsyat yang sudah diketahui di dunia tercatat ada 6.000 lebih. Seperti misalnya, dalam legenda China dan Jepang, Malaysia, Laos, Thailand, India, Australia, Yunani, Mesir dan Afrika Selatan, Afrika Utara, penduduk asli Amerika Utara, setiap negara serta rumpun bangsa yang berbeda pasti menyimpan sebuah memori tentang peristiwa banjir dahsyat itu. Meskipun legenda-legenda ini terjadi pada setiap bangsa dan budaya yang berbeda, namun semuanya memiliki alur cerita dan tokoh tipikal yang sangat mirip.
Semua bukti dan gejala ini sama sekali tidak dapat diasumsikan sebagai suatu ketidaksengajaan atau pun suatu kebetulan. Proses yang berhubungan dengan banjir dahsyat ketika itu juga diuraikan dalam kitab suci. Meskipun kitab suci merupakan sebuah kitab agama, namun sejumlah besar ahli berpendapat, bahwa yang dilukiskan dalam kitab suci (Alkitab dan Al-Qur’an) adalah sejarah manusia yang sebenarnya.
Ikhtisar dalam Alkitab yang berhubungan dengan banjir dahsyat yang terjadi waktu itu menyebutkan, “Banjir meluap dan menggenang selama 40 malam, air pasang menuju atas, perahu mengambang dari atas permukaan bumi”: “Arus air meluap dahsyat di atas permukaan bumi, seluruh pegunungan tergenang oleh air pasang”: “5 bulan kemudian, perahu berhenti di atas gunung Ararat; dan setelah 4 bulan berlalu, ketika daratan sudah kering, Nabi Nuh meninggalkan perahunya.”
Waktu itu banjir dahsyat sekaligus disertai dengan perubahan daratan dan secara total menghancurkan seluruh peradaban manusia di bumi, hanya sebagian kecil manusia yang dapat mempertahankan hidupnya. Sejumlah besar bekas peninggalan prasejarah yang belakangan ini ditemukan arkeolog, seperti misalnya, daratan Atlantis, budaya Yunani, bangunan di dasar laut dan lain sebagainya kemungkinan besar tenggelam karena banjir dahsyat waktu itu. Ada yang memperkirakan banjir dahsyat itu terjadi 5.000 tahun yang lalu, mengikuti perkiraan ahli anstronomi, perahu Nabi Nuh mulai dibuat pada 2465 SM dan hujan mulai turun pada 2345 SM.
Setelah perahu Nabi Nuh mendarat di gunung Ararat, dimulailah kehidupan baru manusia. Mereka yang selamat mulai menyebar. Begitu pula binatang-binatang. Biji-biji tanaman kembali disemaikan. Karena dianggap melahirkan generasi baru manusia setelah Nabi Adam, Nabi Nuh mendapat gelar The Second Father of Human Being –Bapak Manusia Kedua. Oleh generasi inilah, kebudayaan dan peradaban manusia dikembangkan. Selain di kawasan Ararat, juga di Mesopotamia yang ribuan tahun kemudian menjadi pusat kejayaan Babilonia.
Akibat Gletser yang Mencair
Sekelompok peneliti underwater surveyors yang diketuai oleh Dr. Robert Ballard, yang juga telah menemukan Titanic, telah menemukan sebuah bangunan lama berusia kira-kira 7.500 tahun di dasar Laut Hitam, dekat pantai Turki. Mereka telah menemukan struktur bangunan dari batu dan kayu di kedalaman beberapa ratus kaki. Penemuan mereka menjadi bukti dari kejadian banjir besar di zaman Nabi Nuh seperti diceritakan di dalam Alkitab dan Al-Qur’an.
Para ilmuwan mempercayai bahwa penemuan tersebut membuktikan keberadaan sebuah kawasan yang telah tenggelam yang disebabkan oleh banjir besar yang melanda sekitar 5000 SM. Menurut teori mereka, banjir besar tersebut disebabkan oleh adanya pencairan gletser dari tanah tinggi di Eropa. “Ini merupakan penemuan yang sangat menakjubkan,” kata Dr. Ballard di dalam rancangan National Geographic Society bertajuk “Research Ship Northern Horizon”.
Ballard menerangkan bagaimana sebuah robot bawah air meninjau 300 kaki di bawah permukaan air, telah menemukan kawasan segi-empat berukuran 12 x 45 kaki persegi, di mana terdapat sebuah struktur dari kayu dan tanah liat yang telah runtuh. “Beberapa artefak yang ditemukan di sana tersimpan rapi yang terdiri dari kayu berukir, beberapa cabang kayu dan peralatan dari batu yang telah runtuh dan diselimuti lumpur,” imbuh Ballard.
Dr. Ballard dan timnya mengawali penelitian di kawasan tersebut setelah dua kapal selam pakar geologi dari Universitas Colombia di New York menyatakan bahwa keadaan tersebut disebabkan oleh banjir besar ribuan tahun sebelumnya. Mereka meramalkan apabila zaman es berakhir 12.000 tahun yang lalu, maka gletser mulai mencair.
Kawasan timur Mediterania yang terputus dari Laut Hitam telah menyebabkan Laut Hitam tidak tenggelam oleh air walaupun permukaan air laut yang lain telah naik. Hal ini menyebabkan pada sekitar 7.000 tahun yang lalu, genangan awal di Bosphorus telah pecah menyebabkan air di Laut Mediterania melimpah ke timur menjadi Laut Hitam yang memang terputus dari laut-laut yang lain. Kekuatan limpahan air tersebut diperkirakan 10.000 kali daripada air terjun Niagara. Banjir besar tersebut menyebabkan kawasan daratan yang sangat luas berubah menjadi dasar laut”

TEORI BIG BANG (LEDAKAN BESAR)

        Hasil gambar untuk teori big bang 
Big Bang (terjemahan bebas: Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar) dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu.
Para ilmuwan juga percaya bawa Big Bang membentuk sistem tata surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.
Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan observasi dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat. Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang. Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari pengembangan di masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar.
Pada saat itu dimana Alam Semesta memiliki ukuran nyaris nol, dan berada pada kerapatan dan panas tak terhingga; kemudian meledak dan mengembang dengan laju pengembangan yang kritis, yang tidak terlalu lambat untuk membuatnya segera mengerut, atau terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi kurang lebih kosong. Dan sesudah itu, kurang lebih jutaan tahun berikutnya, Alam Semesta akan terus mengembang tanpa kejadian-kejadian lain apapun. Alam Semesta secara keseluruhan akan terus mengembang dan mendingin.
Alam Semesta berkembang, dengan laju 5%-10% per seribu juta tahun. Alam Semesta akan mengembang terus,namun dengan kelajuan yang semakin kecil,dan semakin kecil, meskipun tidak benar-benar mencapai nol. Walaupun andaikata Alam Semesta berkontraksi, ini tidak akan terjadi setidaknya untuk beberapa milyar tahun lagi.

Mengenal lebih dekat suku asli Kalimantan

Mengenal Suku Dayak Pulau Kalimantan. Dalam arti luas Pulau Kalimantan meliputi seluruh pulau yang juga disebut dengan Borneo, sedangkan dalam arti sempit Kalimantan hanya mengacu pada wilayah Indonesia.
Pada umumnya, semua penduduk di Negara Indonesia berasal dari Cina Selatan, termasuk Suku Dayak di Kalimantan. Asal mula Suku Dayak di Kalimantan adalah migrasi bangsa Cina dari Provinsi Yunnan di Cina Selatan pada 3000-1500 SM (Sebelum Masehi). Sebelum datang ke wilayah Indonesia, mereka mengembara terlebih dahulu ke Tumasik dan semenanjung Melayu.


Berikut ini kami paparkan berupa artikel seri sedikit mengenenal bagaimana dan apa saja adat-istiadat, dan dunia supranatural Suku Dayak Pulau Kalimantan pada zaman dahulu maupun zaman sekarang yang masih kuat sampai sekarang. Yang kami paparkan ini, tidak lain agar para pengunjung tahu apa saja adat istiadat Suku Dayak Kalimantan
 
Upacara Tiwah Upacara Tiwah merupakan acara adat suku Dayak. Tiwah merupakan upacara yang dilaksanakan untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke Sandung yang sudah di buat. Sandung adalah tempat semacam rumah kecil yang memang dibuat khusus untuk mereka yang sudah meninggal dunia.

Upacara Tiwah bagi suku Dayak sangatlah sangatlah sakral, pada acara Tiwah ini sebelum tulang-tulang orang yang sudah mati tersebut di antar dan diletakkan ke tempatnya ( sandung ), banyak sekali acara-acara ritual, tarian, suara gong maupun hiburan lain. sampai akhirnya tulang-tulang tersebut di letakkan di tempatnya ( Sandung ).
Dunia Supranatural
Dunia Supranatural bagi Suku Dayak Pulau  Kalimantan memang sudah sejak jaman dulu merupakan ciri khas kebudayaan Dayak. Asal para pembaca tahu saja karena supranatural ini pula orang luar negeri sana menyebut Dayak sebagai pemakan manusia ( kanibal ) . Tetapi walaupun begitu suku Dayak bukanlah seperti itu, sebenarnya suku Dayak cinta damai asal mereka tidak di ganggu dan ditindas semena-mena.

Kekuatan supranatural Dayak Kalimantan banyak jenisnya. Contohnya, Manajah Antang. Manajah Antang merupakan cara suku Dayak untuk mencari petunjuk seperti mencari keberadaan musuh yang sulit di temukan dari arwah para leluhur dengan media burung Antang, dimanapun musuh yang di cari pasti akan ditemukan.
Mangkok merah. Mangkok merah merupakan media persatuan Suku Dayak. Mangkok merah beredar jika orang Dayak merasa kedaulatan mereka dalam bahaya besar. Panglima atau sering suku Dayak sebut Pangkalima biasanya mengeluarkan isyarat siaga atau perang berupa mangkok merah yang di edarkan dari kampung ke kampung secara cepat sekali. Dari penampilan sehari-hari banyak orang tidak tahu siapa pangkalima Dayak itu. Orangnya biasa-biasa saja, hanya saja ia mempunyai kekuatan supranatural yang luar biasa. Percaya atau tidak pangkalima itu mempunyai ilmu bisa terbang kebal dari apa saja seperti peluru, senjata tajam dan sebagainya.
Mangkok merah tidak sembarangan diedarkan. Sebelum diedarkan sang pangkalima harus membuat acara adat untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memulai perang. Dalam acara adat itu roh para leluhur akan merasuki dalam tubuh pangkalima lalu jika pangkalima tersebut ber Tariu ( memanggil roh leluhur untuk untuk meminta bantuan dan menyatakan perang ) maka orang-orang Dayak yang mendengarnya juga akan mempunyai kekuatan seperti pangkalimanya. Biasanya orang yang jiwanya labil bisa sakit atau gila bila mendengar tariu.
Orang-orang yang sudah dirasuki roh para leluhur akan menjadi manusia dan bukan. Sehingga biasanya darah, hati korban yang dibunuh akan dimakan. Jika tidak dalam suasana perang tidak pernah orang Dayak makan manusia. Kepala dipenggal, dikuliti dan di simpan untuk keperluan upacara adat. Meminum darah dan memakan hati itu, maka kekuatan magis akan bertambah. Makin banyak musuh dibunuh maka orang tersebut makin sakti.
Mangkok merah sebenarnya mangkok biasa saja terbuat dari tanah liat. Hanya di dalamnya tersimpan barang-barang yang penuh makna dan magis.
Menurut cerita turun-temurun mangkok merah pertama beredar ketika perang melawan Jepang dulu. Lalu terjadi lagi ketika pengusiran orang Tionghoa dari daerah-daerah Dayak pada tahun 1967. pengusiran Dayak terhadap orang Tionghoa bukannya perang antar etnis tetapi lebih banyak muatan politisnya. Sebab saat itu Indonesia sedang konfrontasi dengan Malaysia.
Menurut kepercayaan Dayak, terutama yang dipedalaman Kalimantan yang disampaikan dari mulut ke mulut, dari nenek kepada bapak, dari bapak kepada anak, hingga saat ini yang tidak tertulis mengakibatkan menjadi lebih atau kurang dari yang sebenar-benarnya, bahwa asal-usul nenek moyang suku Dayak pulau kalimantan itu diturunkan dari langit yang ke tujuh ke dunia ini dengan “Palangka Bulau” ( Palangka artinya suci, bersih, merupakan ancak, sebagai tandu yang suci, gandar yang suci dari emas diturunkan dari langit, sering juga disebutkan “Ancak atau Kalangkang” ).
Mengenal Suku Dayak Pulau Kalimantan bersambung ke judul artikel Asal usul Dayak dan Pengelompokannya.
Mengenal Suku Dayak Pulau Kalimantan

Tips Latihan Untuk Meninggikan Badan

rikut tips latihan untuk meninggikan badan, antara lain adalah :
1. Sprint (Latihan cepat jarak pendek)
Latihan ini berfungsi meningkatkan pelepasan hormon pertumbuhan. Penekanan pada otot kai selama latihan berdampak pada pemanjangan tulang dan otot. Latihan ini jangan terlalu sering dilakukan karena dapat menyebabkan pembengkakan pada otot dan tendon. Sprint dianjurkan pada permukaan alami seperti lantai atau rumput, bukan beton.
2. Menendang
Berdiri dengan kaki lebar dan angkat satu kaki kemudian lakukan tendangan. lakukan berulang-ulang sampai 20 kali, karena berfungsi untuk memperpanjang tulang kering dan paha.
3. Lompat
Berdirilah di depan bangku atau tangga setinggi kaki. untuk memulai, lompat satu kaki dalam sepuluh hitungan. Lalu, Ulangi dengan kaki lain. Lakukan gerakan melompat hingga tiga kali.
4. Bersepeda
Dengan bersepeda membuat jari kaki terus mencapai pedal. Hal ini merupakan peregangan yang bisa membuat kaki lebih panjang. Bersepeda bisa dilakukan selama 0-15 menit. Anda juga dapat memakai sepeda statis atau stationary cycle.
5. Berenang
Olahraga berenang memang sangat baik untuk membuat tubuh fit dan fleksibel. Lakukan renang gaya dada dan lakukan minimal 20 menit.
6. Lompat tali
Latihan ini sangat menyenangkan apalagi dilakukan dengan sambil mendengarkan musik menghentak. Lakukan latihan ini sebanyak 300 kali setiap hari.
7. Berayun
Awali posisi dengan berdiri lalu biarkan tubuh berayun. Posisi kaki bisa lurus atau ditekuk, buatlah senyaman mungkin. Lakukan gerakan ini setidaknya 10 kali, dan alat yang digunakan yaitu penahan atau ambang pintu yang tinggi. Bisa didapatkan di toko peralatan olahraga.
8.Free hand
Berdirilah tegak dalam ruangan yang luas dan tarik napas dalam-dalam. Angkat tangan letakkan ditingkat bahu, lalu dorong tangan sejauh mungkin dan lepaskan napas. Ulangi 8-10 kali.
Lakukan cara meninggikan badan dengan cara sehat dan tidak membahayakan diri sendiri. Jangan mengonsumsi suplemen atau obat yang instan karena akan membahayakan bagia jiwa Anda.

SEJARAH KABUPATEN TULUNGAGUNG

SEJARAH KABUPATEN TULUNGAGUNG

Pada tahun 1205 M, masyarakat Thani Lawadan di selatan Tulungagung, mendapatkan penghargaan dari Raja Daha terakhir, Kertajaya, atas kesetiaan mereka kepada Raja Kertajaya ketika terjadi serangan musuh dari timur Daha. Penghargaan tersebut tercatat dalam Prasasti Lawadan dengan candra sengkala "Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa" yang menunjuk tanggal 18 November 1205 M. Tanggal keluarnya prasasti tersebut akhirnya dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten Tulungagung sejak tahun 2003.
Bupati Tulungagung dan para pengikutnya (1880-1920)
Di Desa Boyolangu, Kecamatan Boyolangu, terdapat Candi Gayatri. Candi ini adalah tempat untuk mencandikan Gayatri (Sri Rajapatni), istri keempat Raja Majapahit yang pertama, Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana), dan merupakan ibu dari Ratu Majapahit ketiga, Sri Gitarja (Tribhuwanatunggadewi), sekaligus nenek dari Hayam Wuruk (Rajasanegara), raja yang memerintah Kerajaan Majapahit di masa keemasannya. Nama Boyolangu itu sendiri tercantum dalam Kitab Nagarakertagama yang menyebutkan nama Bayalangu/Bhayalango (bhaya = bahaya, alang = penghalang) sebagai tempat untuk menyucikan beliau. Berikut ini adalah kutipan Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:
Prajnyaparamitapuri itulah nama candi makam yang dibangun
Arca Sri Padukapatni diberkati oleh Sang Pendeta Jnyanawidi
Telah lanjut usia, paham akan tantra, menghimpun ilmu agama
Laksana titisan Empu Barada, menggembirakan hati Baginda
(Pupuh LXIX, Bait 1)
Di Bayalangu akan dibangun pula candi makam Sri Rajapatni
Pendeta Jnyanawidi lagi yang ditugaskan memberkati tanahnya
Rencananya telah disetujui oleh sang menteri demung Boja
Wisesapura namanya, jika candi sudah sempurna dibangun
(Pupuh LXIX, Bait 2)
Makam rani: Kamal Padak, Segala, Simping
Sri Ranggapura serta candi Budi Kuncir
Bangunan baru Prajnyaparamitapuri
Di Bayalangu yang baru saja dibangun
(Pupuh LXXIV, Bait 1)
Tulungagung terkenal sebagai salah satu daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia. Terletak 154 Km barat daya Kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur. Kabupaten yang pernah meraih penghargaan Adipura Kencana ini ternyata sarat akan sejarah seiring usianya yang terbilang sudah ‘sepuh’.
Wilayah Tulungagung ternyata sudah dihuni sejak zaman prasejarah dulu. Yang dianggap sebagai penghuni awal adalah Homo Wajakensis, manusia prasejarah yang fosilnya ditemukan oleh Eugene Dubois di daerah Tulungagung Selatan. Lokasi penemuannya konon terletak di dusun Nglepung, Desa Wajak Kecamatan Campurdarat.
Nama Tulungagung sebenarnya berasal dari dua kata, toeloeng dan agoeng. Arti dari dua kata itu adalah toeloeng berarti mata air dan agoeng berarti besar. Sebelumnya nama kota ini adalah Kabupaten Nggrawa. Penyebutan kata Nggrawa sendiri konon dari banyaknya daerah berawa yang ada atau dalam bahasa Jawanya “Ngrowo”. Tulungagung awalnya hanya merupakan bagian dari distrik dari Kabupaten Nggrawa. Waktu itu ibu kotanya masih berada di daerah Kalangbret.
Sejak beberapa tahun lalu ada koreksi mengenai penentuan hari jadi Kabupaten Tulungagung. Merunut dari prasasti yang ditemukan di daerah Thani Lawadan yang kini diyakini bernama Wates, Campurdarat usia kota ini sudah termasuk sangat tua. Dari prasasti Lawadan menunjukkan kota ini berdiri sejak tahun 12 November tahun 1205.
Prasasti yang bertanggal 18 November 1205-hari Jumat Pahing-dikeluarkan oleh Prabu Srengga raja terakhir kerajaan Daha. Raja yang terkenal dengan nama Prabu Dandanggendis. Isinya kurang lebih berisi pemberian keringanan pajak dan hak istimewa semacam bumi perdikan atau "sima".
Alasannya pemberian ''hadiah'' tersebut adalah karena jasa prajurit Lawadan atas dedikasi dan bantuan mereka kepada kerajaan dalam mengusir musuh dari Timur. Berkat bantuan para prajurit Lawadan sang raja yang tadinya harus meninggalkan keraton dapat kembali berkuasa.
Pada zaman Mataram Islam yaitu zaman Sri Pakubuwono I dan VOC tahun 1709 mengadakan perjanjian nama Kalangbret tetap digunakan sebagai ibukota Kabupaten Nggrawa. Begitu juga pada perjanjian Giyanti (1755) nama Kalangbret disebut salah satunya wilayah manca negaranya kerajaan Yogyakarta.
Kalangbret sebagai Kadipaten Mancanegara Mataram terbentuk sejak perjanjian Giyanti. Wilayah tersebut selanjutnya dijadikan ibu kota Kabupaten Ngrawa tahun 1750 sampai 1824 Masehi. Yaitu mulai masa Mataram Islam hingga zaman kolonial. Bupati pertama Kabupaten Nggrawa adalah Kyai Ngabehi Mangundirono.
Nama ''Kalang bret '' telah dikenal sejak tahun 1255 M (prasasti Mula-Malurung) dan disebut ulang dalam Negara Kertagama (1635 M) dengan nama Kalangbret. Atas dasar tersebut legenda yang ada tentang asal Kalabret dari Adipati Kalang yang tewas dalam kondisi tersembret-sembret oleh Pangeran Lembu peteng dimentahkan.
Sebelum bernama Kabupaten Ngrawa di wilayah Tulungagung sudah berdiri Katumenggungan Wajak tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Agung. Katumenggungan ini bertahan hingga pembentukan Kadipaten Ngrawa dengan pusat pemerintahan di Wajak sejak perjanjian Giyanti. Ini terjadi antara tahun 1615 hingga 1709 M pada masa Mataram Islam dan masa kolonial.
Saat masih berbentuk Katumenggungan yang menjadi tumenggung adalah Senapati Mataram bernama Surontani. Tokoh yang sangat melegenda tersebut dimakamkan di Desa Wajak Kidul Boyolangu.
Katumenggungan Wajak berakhir dengan berdirinya Kabupaten Ngrawa beribu kota di Kalangbret. Nama "Rawa'' telah dikenal sejak tahun 1194 M (Prasasti Kemulan) dan disebut ulang dalam Negarakertagama (1365 M). Nama ini kemudian berubah menjadi ''Nggrawa''.
Saat tampuk kepemimpinan berada di tangan KRT Pringgodiningrat Bupati Ngrawa ke IV, yang memerintah tahun 1824 hingga 1930, ibu kota Kabupaten Nggrawa dipindahkan kesebelah Timur sungai Nggrawa yaitu pada lokasi sekarang ini. Selanjutnya kota baru ini dijadikan pusat pemerintahan atau ibu kota Kabupaten Ngrgawa.
Terjadi pada masa kolonial sampai sekarang. Pada tahun 1800-an sampai 1901 nama ''Toeloeng Agoeng'' dipakai sebagai nama salah satu distrik dalam wilayah Kabupaten Nggrawa. Nama Kabupaten Nggrawa berubah menjadi Kabupaten Tulungagung pada 1 April 1901 yaitu pada masa pemerintahan bupati Nggrawa ke11, RT Partowijoyo.

RENDANG ATI AYAM BUMBU KARE

Jerohan ayam seperti hati dan ampelanya juga bisa disajikan sebagai rendang. Yuk, buat rendang ati ayam bumbu kari yang pas dinikmati dengan nasi hangat. Bahan-bahan/bumbu-bumbu: 500 gram hati ayam 1 sendok teh air jeruk nipis 1 sendok teh garam 2 buah cabai merah besar, dibuang biji, diiris halus 1 lembar daun kunyit, diikat 4 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya 2 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan 2 cm kayumanis 3 butir cengkeh 2 sendok teh garam 1/2 sendok teh pala bubuk 1/2 sendok teh gula pasir 1.000 ml santan encer dari sisa perasan santan kental 500 ml santan kental dari 2 butir kelapa minyak untuk menggoreng Bumbu Halus: 10 buah cabai merah keriting 6 buah cabai merah besar 12 butir bawang merah 5 siung bawang putih 3 cm lengkuas 2 cm jahe 1 sendok teh bubuk kari 1 sendok makan ketumbar Cara membuat rendang ati ayam bumbu kari: 1. Lumuri hati ayam dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan 15 menit. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang. Tiriskan. 2. Rebus santan encer, bumbu halus, cabai merah besar, daun kunyit, daun jeruk, serai, kayumanis, dan cengkeh sampai harum. 3. Tambahkan garam, pala bubuk, dan gula pasir. Masak di atas api kecil sampai meresap sambil sesekali diaduk rata. 4. Tuang santan kental sedikit-sedikit. Masak sampai berminyak.

Kamis, 19 Februari 2015

Green, Kapono win dunk, 3-point contests

LAS VEGAS - Boston's Gerald Green capped All-Star Saturday with an acrobatic leap over a table to win the dunk contest, and Miami's Jason Kapono fell just short of an event record while winning the 3-Point Shootout.
Boston Celtics' Gerald Green leaps over a table en route to a dunk during the NBA All-Star slam dunk contest in Las Vegas February 17, 2007.
Boston Celtics' Gerald Green leaps over a table en route to a dunk during the NBA All-Star slam dunk contest in Las Vegas February 17, 2007. [Reuters]
Green, the Celtics' 21-year-old swingman, performed his two most memorable dunks in the first round before that lengthy final leap over a 3-foot table bearing the All-Star game logo for a windmill jam and perfect 50 score to cap an event that gets tougher to revolutionize every year.
"I've always dreamed about being in the dunk contest, (but) I never dreamed about actually winning," said Green, who was in high school in Texas two years ago. "Just coming out here to Las Vegas and winning it for my fans in Houston, my fans in Boston, is tremendous."
Green first made an electrifying two-handed slam on an alley-oop pass off the side of the backboard from teammate Paul Pierce in the first round. Green then jumped over fellow finalist Nate Robinson while wearing the No. 7 Celtics jersey of 1991 dunk champion Dee Brown - and shielding his eyes in the crook of his elbow in an homage to Brown's memorable no-look dunk.
Green easily won over the five-man judges' panel of Michael Jordan, Julius Erving, Dominique Wilkins, Kobe Bryant and Vince Carter - particularly when Robinson, the diminutive 2006 champion, missed nine straight times on his final dunk before finally landing a one-handed spin slam.
"I knew they were going to be tough, because those guys had the creativity and the dunking style," Green said. "I tried to come out with something they never did before, (and) hopefully they could give me a score."
Green and Robinson eliminated Orlando's Dwight Howard and Chicago's Tyrus Thomas in the first round, even though the 6-foot-11 Howard came up with the most original move.
While catching a high bounce pass from teammate Jameer Nelson for a right-handed slam, Howard reached nearly to the top of the backboard to slap a sticker bearing his face onto the glass - 12 feet, 6 inches off the ground, according to Nelson.
Green initially planned to jump over a life-size cardboard cutout of the 5-foot-9 Robinson before the New York guard volunteered to stand in for his stand-in.
Green's creativity contrasted with the cool precision of Kapono, who beat stars Gilbert Arenas and Dirk Nowitzki with a final-round 24 - just one shy of the event record. Kapono, the fourth-year pro who finally blossomed with the Heat this season, tied Mark Price's final-round record and fell just one point shy of Craig Hodges' overall mark with an impressive performance leading off the last round.
"It's something that I dreamed of as a kid," Kapono said. "You watch Larry Bird and all those guys shoot, and obviously I learned early on that I wasn't ever going to be in on the slam dunk part of this."
Kapono leads the NBA this season with 56 percent shooting on 3-pointers while averaging 11.1 points per game. He has finally found an NBA role as an outside shooting specialist after playing for three teams in his first three seasons.
After one of the toughest opening rounds in the event's history, the final wasn't terribly competitive after Kapono led off with his 24. He made 11 straight early shots and finished with six baskets in his last eight, earning ecstatic high-fives from Miami teammates Shaquille O'Neal and Alonzo Mourning after making 19 of 25 shots overall.
"I could definitely hear those guys on the sideline telling me to shoot it, all that good stuff," Kapono said. "It definitely helped me."
After defending champion Nowitzki struggled to a 9, Arenas posted a 17 - and Kapono became the latest in a long line of shooting specialists to best more complete players in this particular event.
Memphis' Mike Miller was eliminated from the six-man competition despite posting an 18, the highest score by a first-round loser since 1996. Arenas was the runner-up in the event for the second straight year.
"Do I get a trophy for that?" the Wizards' star asked.
With Green and Kapono starring, Las Vegas saw a show on the All-Star weekend's busiest night. There also was an entertaining sideshow: NBA star-turned-broadcaster Charles Barkley beat 67-year-old NBA referee Dick Bavetta in a footrace for charity.
Though Barkley, who turns 44 on Tuesday, has gained weight exponentially since his playing career, he still had enough spring to outrun Bavetta over 3 1/2 lengths of the court. Barkley nearly lost when he began running backward for the final feet, but tumbled over the half-court line just before Bavetta made a headfirst dive.
Barkley, whose gambling exploits have been well-documented, looked at the oversized check donated to charity for the event and commented it was "two blackjack hands."
The evening got off to an appropriately silly start in the Shooting Stars competition, featuring three-person teams composed of an NBA player, a WNBA player and a former NBA great from the same city.
Detroit's team of Chauncey Billups, Swin Cash and Bill Laimbeer won when the Chicago's team was disqualified from the final round for shooting out of order. Scottie Pippen, the 41-year-old who announced comeback plans Friday, thought he had led his club to victory when he banked in a half-court shot, but video replay revealed Ben Gordon's mixup with Candice Dupree.
Dwyane Wade also defended his title in the Skills Challenge with a perfect final run through the obstacle course to beat Bryant in 26.4 seconds.